Batammoranews.com, Kamis 1 Januari 2025

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Batam – Keamanan di tempat hiburan malam (THM) VG Club Pasific Batam kembali menjadi sorotan serius. Dugaan kasus pemukulan dan pengeroyokan terhadap pengunjung yang terjadi di lokasi tersebut memunculkan kekhawatiran publik terhadap sistem pengamanan dan tanggung jawab manajemen dalam menjamin keselamatan pengunjung.

Sejumlah awak media yang tergabung dalam gabungan media online di Batam menilai VG Club Pasific kini tidak lagi sekadar menjadi tempat hiburan, melainkan mulai dicap sebagai lokasi yang rawan kekerasan. Sorotan ini menguat lantaran korban dalam insiden tersebut diketahui merupakan seorang jurnalis aktif yang saat itu tengah menemani tamunya untuk berhibur.

Insiden kekerasan tersebut terjadi di ruang publik berizin yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat sistem keamanan internal, termasuk petugas pengamanan dan kamera pengawas (CCTV). Namun hingga kini, respons manajemen VG Club dinilai minim dan terkesan abai, sehingga menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Pada Kamis (1/1/2025) sekitar pukul 19.45 WIB, tim gabungan media mendatangi VG Club Pasific untuk meminta klarifikasi langsung terkait peristiwa tersebut. Di lokasi, awak media hanya ditemui seorang pekerja yang mengaku sebagai Kapten Waiter/Waitress, bernama Aan.

“Manajemen belum bisa menemui awak media dan keberatan memberikan kontak person manajemen dengan alasan sedang libur Tahun Baru,” ujar Aan singkat kepada awak media.

Ketiadaan pernyataan resmi dari pihak manajemen semakin memperkuat dugaan lemahnya komitmen pengelola dalam menyikapi insiden kekerasan yang terjadi di area usahanya. Padahal, kasus ini telah menjadi perhatian dan terus diberitakan oleh berbagai portal media online.

Manajemen VG Club sempat mengklaim bahwa pelaku pemukulan bukan merupakan karyawan resmi. Namun keterangan tersebut bertolak belakang dengan pengakuan korban dan sejumlah saksi yang menyebutkan bahwa pelaku mengaku sebagai petugas keamanan VG Club saat kejadian berlangsung.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya bahkan menyampaikan bahwa sosok yang diduga sebagai pelaku hampir setiap malam terlihat berada di area VG Club.

“Katanya memang bukan petugas keamanan internal, bang. Tapi hampir tiap malam memang ada di situ, sudah seperti tempat nongkrongnya,” ujar sumber tersebut.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius, mengingat tempat hiburan malam sangat rentan terjadi gesekan antar pengunjung dan membutuhkan sistem pengamanan yang profesional, tegas, serta bertanggung jawab. Jika dugaan ini benar, maka potensi korban berikutnya bisa menimpa siapa saja.

Ironisnya, meski kasus kekerasan mencuat, VG Club Pasific masih beroperasi seperti biasa. Situasi ini dinilai janggal, mengingat jumlah petugas pengamanan di lokasi tersebut disebut cukup banyak dan berlapis.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari manajemen VG Club Pasific Batam. Tim gabungan media menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikannya kepada publik, demi memastikan adanya kejelasan serta menjamin rasa aman dan kenyamanan masyarakat yang berkunjung ke tempat hiburan malam di Kota Batam.

___AMB___

Redaksi Batammoranews.com