Batammoranews.com, Selasa 17 Februari 2026
Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya penguatan harmonisasi dan toleransi antarumat beragama di Kota Batam. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sekaligus melantik pengurus Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injil Indonesia (PGLII) di Golden Prawn, Batam, Senin (16/2/2026).
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu membawa semangat pembaruan serta memperkuat peran organisasi dalam membangun kehidupan berjemaat yang rukun dan harmonis.
Menurutnya, organisasi keagamaan seperti PGLII memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat Batam yang majemuk. Sebagai kota dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam, Batam membutuhkan peran aktif tokoh agama untuk merawat persatuan sekaligus mencegah potensi gesekan sosial.
“Selamat atas dilantiknya kepengurusan yang baru. Semoga PGLII semakin berkontribusi dalam membangun harmonisasi antarjemaat serta memperkuat pembinaan umat,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan harus dilandasi kepercayaan serta komunikasi yang terbuka. Sinergi tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas spiritual masyarakat, tetapi juga mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh.
Amsakar juga mengajak jajaran pengurus PGLII membangun kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan. Ia menekankan pentingnya menjalankan amanah organisasi secara sungguh-sungguh dan bertanggung jawab, termasuk dalam merumuskan program kerja yang jelas, terukur, dan dapat direalisasikan.
“Rakerwil ini harus menjadi momentum untuk merumuskan program kerja yang konkret dan dapat dilaksanakan,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar perencanaan program disusun secara realistis dan implementatif. Program yang baik, menurutnya, bukan sekadar ideal di atas kertas, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jangan menyusun program yang terlalu tinggi hingga sulit diwujudkan. Perencanaan harus realistis dan memberi dampak langsung,” tambahnya.
Lebih lanjut, Amsakar mengajak para tokoh agama dan jemaat untuk menjadi penyejuk dalam kehidupan sosial. Ia menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan penuh kasih dalam menjaga kerukunan.
“Kita yang bergerak di ranah spiritual harus menghadirkan kesejukan—mengajak, bukan mengejek. Dengan begitu, Batam akan terus menjadi kota yang harmonis dan damai,” pesannya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembimbing Masyarakat Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau Sahat Sihombing, anggota DPRD Kota Batam Ruslan Sinaga, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Batam Rudi Panjaitan, Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kota Batam Ester, Ketua Umum PGLII Pusat Tommy Lengkong, Ketua PGLII Kepulauan Riau Jusni Situmorang, serta jemaat yang mengikuti Rakerwil.
Melalui momentum Rakerwil ini, Pemerintah Kota Batam berharap sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan semakin kuat dalam menjaga persatuan serta memperkokoh nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
(Humas Diskominfo Batam)
___AMB___
Redaksi Batammoranews.com




