Batam — Kasus penemuan mayat seorang wanita bernama Bela Yudela, warga asal Palembang, di kamar kosnya Blok VI, Batu Selicin, Lubuk Baja, Kota Batam, mulai menemui titik terang. Kepolisian mengungkap bahwa korban diduga meninggal dunia akibat dibunuh oleh kekasihnya berinisial MTA.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Korban diduga tewas akibat kehabisan napas setelah terlibat pertengkaran dengan pacarnya. Hal tersebut disampaikan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zainal Arifin, berdasarkan hasil pemeriksaan awal.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, korban dan pelaku memiliki hubungan personal yang dekat. Hubungan tersebut diduga menjadi latar belakang peristiwa kematian korban,” ujar Zainal, Jumat (19/12/2025).

Zainal menjelaskan, motif sementara diduga dipicu oleh emosi pelaku yang tersinggung atas ucapan korban. Berdasarkan hasil visum luar, polisi tidak menemukan adanya luka akibat senjata tajam.

“Dugaan sementara, korban meninggal akibat asfiksia atau kehabisan napas. Diduga saluran pernapasan korban ditutup menggunakan pakaian. Kami masih mendalami apakah pakaian tersebut milik korban atau pelaku,” jelasnya.

Saat ini, jenazah korban berada di RS Bhayangkara Polda Kepulauan Riau untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk otopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis.

Pelaku yang merupakan pacar korban telah diamankan oleh tim gabungan Polsek Lubuk Baja dan Polresta Barelang di kawasan Nagoya, Batam. Penanganan perkara selanjutnya dilakukan oleh Polsek Lubuk Baja dengan dukungan Satreskrim Polresta Barelang.

Sementara itu, Kapolsek Lubuk Baja Kompol Rangga Primazada mengungkapkan kronologi penemuan jasad korban. Menurutnya, korban diketahui tinggal satu kamar kos bersama pacarnya. Dugaan pembunuhan terjadi pada malam 16 Desember 2025.

Namun, jasad korban baru ditemukan dua hari kemudian, Kamis (18/12/2025) sore, setelah rekan kerja korban merasa curiga karena korban tidak dapat dihubungi dan tidak masuk kerja.

“Rekan kerja korban mendatangi kamar kos. Karena pintu diketuk tidak ada respons, pintu akhirnya didobrak,” kata Rangga.

Korban ditemukan terbaring di dalam kamar dengan tubuh tertutup selimut. Para saksi kemudian memanggil ketua RT dan RW setempat sebelum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Petugas Polsek Lubuk Baja bersama tim identifikasi Polresta Barelang yang datang ke lokasi menemukan korban dalam kondisi leher terlilit pakaian. Polisi juga menemukan percikan darah di lantai kamar, namun tidak ditemukan luka luar lain yang mencolok.

“Dugaan awal korban meninggal akibat kehabisan napas karena pencekikan,” ujar Rangga.

Polisi turut mengamankan pacar korban yang diketahui tinggal bersama korban. Meski pelaku mengakui perbuatannya, pihak kepolisian menegaskan pengakuan tersebut tidak dijadikan satu-satunya alat bukti.

“Kami tetap mengumpulkan alat bukti lain melalui pemeriksaan forensik dan hasil visum untuk memperkuat perkara,” tegasnya.

Korban diketahui berusia sekitar 20–22 tahun dan bekerja sebagai karyawan rumah makan. Sementara pelaku diperkirakan berusia sekitar 20–28 tahun. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban sekaligus melengkapi berkas penyidikan.

Sebelumnya, Ketua RW setempat Siswo Waluyo menyebutkan aroma busuk sudah tercium sebelum pintu kamar kos dibuka.

“Baru mendekat saja sudah tercium bau busuk. Mereka langsung panik dan melapor ke polisi,” ujarnya.

____AMB____

Redaksi Batammoranews.com