Batammoranews.com, Jumat 17 April 2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bali- Beredar di media sosial pria warga negara asing (WNA) diduga telah melakukan pengancaman kepada keluarga di Bali.

Bahkan, dalam video yang viral, mengungkapkan bahwa pria WNA tersebut akan mematahkan kaki dari ayah pengunggah video.

“Ini orang bule ada di sekitar Renon, dia udah berhari-hari neror dan hari ini dia mau patahin kaki ayahku,” tulis keterangan dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @sharoncantikaa pada Kamis, 16 April 2026.

Menuduh Maling Jam Tangan

Dalam kronologi yang dibagikan, perselisihan yang berujung dengan kekerasan fisik tersebut bermula dari tuduhan pada ayah pengunggah video.

Ayahnya dituduh telah mengambil jam tangan dan dipersilakan untuk mencari di seisi rumah.

“Besok sorenya, bule freak datang lagi, minta maaf ke bokap dan bilang kalau dia emang lupa di mana jamnya dan bukan bokap yang ambil,” ungkapnya.

“(Dia) minta maaf dan minta bokap untuk singgah ke rumahnya karena dia bilang dia nggak ada teman. Bokap bilang sudah memaafkan tapi sudah tidak mau ada urusan apapun lagi,” lanjutnya.

Perselisihan mengenai jam tangan tersebut juga sempat dilerai oleh Pecalang yang membantu untuk mediasi keduanya.

Mengirim Orang agar Bisa Dibukakan Pintu

Lebih lanjut, saat kejadian tersebut, menurut pengakuan pengunggah video bahwa bule itu meminta orang lain untuk bertamu ke rumahnya.

Alasannya, agar keluarganya mau membuka pintu hingga terjadi perselisihan seperti yang terjadi dalam video.

“Sampai terjadilah hari ini. Video hari ini bule freak datang lagi bahkan dia menggunakan ibu dan anak untuk bisa kita bukain pintu, dan dia melakukan pengancaman, kekerasan,” terangnya.

“Ini ibu-ibu nggak tau istri atau siapanya, intinya ini ibu-ibu yang ngetok-ngetok sambil teriak Shopee Food tapi dia disuruh sama itu bule,” sambungnya.

Sempat Masuk ke Rumahnya saat Anggota Keluarga Tidur

Selain menuduh mencuri jam tangan, pengunggah video mengeluhkan tindakan WNA tersebut yang masuk rumahnya tanpa izin.

“dia dateng, main masuk nggak ketok, kondisi masih pada tidur. Bokap gue marah dan bilang kalau dia tidak boleh seperti itu tapi dia malah merokok di dalam,” jelasnya.

“Dia lanjut mulai ngancem dan berantakin barang-barang, ambil uang di dompet bokap sampai bokap didorong ke tembok,” imbuhnya.

Sudah Lapor ke Kepolisian

Laporan hukum mengenai perbuatan WNA tersebut kini telah masuk ke Kepolisian di Denpasar Selatan.

“Saya selaku anak korban berharap proses selanjutnya agar dapat segera ditindaklanjuti si pelaku dan diamankan,” tegasnya.

“Bukan hanya saya dan keluarga yang akan aman, tapi juga agar tidak ada kejadian dengan korban lain lagi,” tukasnya.
***

(JJ)