Batammoranews.com, Senin 24 Agustus 2026
BATAM – Penemuan kerangka manusia di kawasan hutan Sei Ladi, Batam, Kepulauan Riau, mulai menemukan titik terang. Polisi menemukan sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP) di sekitar lokasi yang mengarah pada identitas seorang pria bernama Wendri Saputra, 52 tahun.
Kerangka tersebut ditemukan warga pada Sabtu (22/8/2026) sore. Saat melakukan penyisiran di lokasi, polisi menemukan KTP yang diduga milik Wendri Saputra.
Namun, polisi belum memastikan bahwa kerangka yang ditemukan tersebut merupakan Wendri Saputra. Identitas tersebut masih menjadi indikasi awal dan membutuhkan proses identifikasi lebih lanjut.
Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Rahmat Susanto, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi serta konfirmasi dari pihak keluarga.
“Kami masih menunggu hasil otopsi dan konfirmasi dari keluarga yang melaporkan kehilangan,” ujar Rahmat, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, keberadaan KTP di sekitar lokasi menjadi salah satu petunjuk awal bagi kepolisian dalam mengungkap identitas kerangka tersebut. Kendati demikian, kepastian identitas tetap menunggu hasil pemeriksaan medis dan pencocokan dengan keterangan keluarga.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera mendatangi Polsek Batam Kota.
Langkah tersebut diperlukan untuk membantu proses identifikasi sekaligus memberikan informasi tambahan kepada penyidik mengenai kemungkinan keberadaan orang yang dilaporkan hilang.
“Semoga ada pihak keluarga yang datang, sehingga kasus ini segera terang,” kata Rahmat.
Sebelumnya, temuan kerangka manusia di kawasan Sei Ladi menggegerkan warga. Kerangka ditemukan dalam kondisi tidak utuh, dengan sejumlah bagian tulang berada terpisah dari rangka utama.
Lokasi penemuan disebut berada sekitar 10 meter dari tepi jalan dan tersembunyi di balik semak-semak. Temuan tersebut pertama kali diketahui warga yang hendak menuju kawasan tersebut untuk memancing.
Selain kerangka, polisi turut mengamankan pakaian yang ditemukan di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas korban serta mengetahui penyebab dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka.
Kepastian mengenai identitas maupun penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.







