Batammoranews.com,Selasa 1 September 2026
Jakarta — Pengungkapan jaringan judi online internasional oleh Bareskrim Polri kembali menyoroti persoalan perjudian lintas negara yang disebut memiliki keterkaitan dengan Kamboja.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pada Agustus 2026, Bareskrim Polri mengungkap jaringan judi online internasional yang mengoperasikan situs Ujangbet. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyebut jaringan itu memiliki server di Kamboja dan menjalankan aktivitas operasional melalui sejumlah mekanisme di Indonesia.

Berdasarkan keterangan Bareskrim Polri, nilai transaksi jaringan tersebut mencapai sekitar Rp890 miliar dalam periode April 2025 hingga April 2026. Salah satu lokasi penindakan berada di Batam, sementara polisi mengamankan sembilan tersangka dalam perkara tersebut.

Pengungkapan tersebut menjadi perhatian karena kembali menunjukkan adanya jaringan perjudian online yang beroperasi lintas wilayah dan negara. Batam menjadi salah satu wilayah yang muncul dalam rangkaian penindakan tersebut.

Di tengah pengungkapan terbaru itu, publik kembali diingatkan pada pemberitaan yang pernah menyebut nama Sufmi Dasco Ahmad dalam konteks isu bisnis perjudian di Kamboja.

Nama Wakil Ketua DPR RI tersebut sebelumnya muncul dalam laporan Majalah Tempo yang terbit pada 6 April 2025 mengenai pengusaha dan politikus Indonesia yang disebut berkaitan dengan bisnis perjudian di Kamboja.

Pemberitaan tersebut kemudian mendapat bantahan dari pihak Partai Gerindra. Dalam perkembangan pemberitaan saat itu, Ahmad Muzani menyatakan dirinya tidak yakin Sufmi Dasco Ahmad berkaitan dengan bisnis judi online di Kamboja.

Dengan adanya pengungkapan jaringan judi online internasional oleh Bareskrim, pemberitaan lama mengenai nama Dasco kembali relevan untuk ditelusuri dari sisi rekam jejak informasi, bukan sebagai kesimpulan baru mengenai keterlibatan seseorang dalam perkara yang sedang ditangani aparat.

Penting dicatat, pengungkapan jaringan Ujangbet oleh Bareskrim tidak menyebut Sufmi Dasco Ahmad sebagai tersangka atau bagian dari jaringan tersebut.

Karena itu, munculnya kembali nama Dasco dalam pemberitaan ini bukan merupakan tuduhan bahwa dirinya terlibat dalam perkara Ujangbet yang diungkap Bareskrim, melainkan pengulangan terhadap isu yang pernah diberitakan sebelumnya.

Polemik Pemberitaan April 2025

Polemik mengenai nama Dasco bermula dari laporan Tempo pada April 2025. Pemberitaan tersebut kemudian mendapat respons dan bantahan dari pihak Partai Gerindra.

Ahmad Muzani juga menyampaikan ketidakyakinannya mengenai dugaan keterkaitan Dasco dengan bisnis judi online di Kamboja. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari pemberitaan dan respons politik terhadap laporan Tempo saat itu.

Di sisi lain, dalam pemberitaan yang menjadi rujukan, tidak terlihat adanya klarifikasi langsung dari Dasco yang kemudian secara luas menjadi jawaban final atas seluruh pertanyaan yang muncul di ruang publik.

Kondisi inilah yang membuat isu tersebut tetap memiliki ruang untuk kembali diberitakan, terutama ketika muncul perkembangan aktual mengenai jaringan judi online yang disebut beroperasi lintas negara dan memiliki server di Kamboja.

Namun, penting ditegaskan bahwa tidak adanya atau terbatasnya klarifikasi yang terdokumentasi bukan merupakan bukti keterlibatan seseorang dalam tindak pidana.

Begitu pula dengan pernyataan internal partai. Bantahan atau penjelasan dari partai merupakan bagian dari respons politik terhadap pemberitaan, tetapi tidak dapat menggantikan proses pembuktian hukum apabila memang terdapat dugaan tindak pidana.

Dengan demikian, terdapat setidaknya dua hal yang perlu dibedakan.

Pertama, fakta penegakan hukum terbaru, yakni pengungkapan jaringan judi online internasional oleh Bareskrim yang disebut memiliki server di Kamboja dan salah satu lokasi penindakannya berada di Batam.

Kedua, pemberitaan pada 2025 mengenai nama Sufmi Dasco Ahmad, yang kemudian mendapatkan bantahan dari pihak terkait.

Kedua hal tersebut tidak dapat serta-merta disimpulkan sebagai satu perkara yang sama.

Mengapa Pemberitaan Lama Kembali Menarik?

Munculnya kembali isu tersebut bukan semata-mata karena nama Dasco pernah disebut dalam pemberitaan.

Momentum pemberitaan menjadi relevan karena terdapat perkembangan aktual berupa pengungkapan jaringan judi online internasional oleh aparat penegak hukum, termasuk penindakan di Batam dan pengungkapan jaringan yang disebut memiliki server di Kamboja.

Dalam situasi seperti ini, pemberitaan lama yang memiliki tema serupa secara alamiah kembali menjadi perhatian publik.

Di sisi lain, polemik pada 2025 belum sepenuhnya hilang dari ruang publik. Pemberitaan ketika itu memunculkan nama Dasco, kemudian diikuti bantahan dari pihak Gerindra dan pernyataan Ahmad Muzani yang menyatakan dirinya tidak yakin Dasco berkaitan dengan bisnis judi online di Kamboja.

Tidak adanya satu kesimpulan hukum yang menyatakan Dasco terlibat dalam perkara tersebut membuat isu itu tetap berada pada wilayah pemberitaan dan perdebatan publik, bukan fakta hukum yang telah terbukti.

Karena itu, menarik kembali pemberitaan lama tersebut harus dilakukan dengan kehati-hatian.

Yang menjadi pertanyaan publik bukan apakah Dasco terlibat dalam kasus terbaru Bareskrim, karena tidak ada keterangan resmi yang menjadi dasar untuk menyatakan hal tersebut.

Pertanyaan yang lebih tepat adalah bagaimana pemberitaan mengenai jaringan judi Kamboja pada 2025 muncul, apa bantahan pihak terkait ketika itu, serta bagaimana perkembangan penegakan hukum terhadap jaringan perjudian lintas negara setelahnya.

Pengungkapan Bareskrim Membuka Kembali Pertanyaan tentang Jaringan Judi Lintas Negara

Pengungkapan Bareskrim memperlihatkan bahwa jaringan perjudian online lintas negara merupakan persoalan nyata yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

Bareskrim menyebut jaringan Ujangbet menggunakan server di Kamboja dan menjalankan aktivitas operasional melalui jaringan di Indonesia. Polisi juga menyampaikan adanya transaksi dalam jumlah besar serta menangkap sejumlah tersangka yang diduga memiliki peran dalam jaringan tersebut.

Kondisi tersebut membuat isu mengenai bagaimana jaringan perjudian lintas negara bekerja kembali menjadi perhatian publik.

Termasuk di dalamnya adalah pertanyaan mengenai bagaimana jaringan tersebut mendapatkan akses terhadap sistem pembayaran, rekening, nomor telepon, maupun sarana lain yang diperlukan untuk menjalankan operasional perjudian online.

Namun, seluruh pertanyaan tersebut tetap harus dijawab melalui proses penyidikan dan alat bukti yang sah.

Nama Dasco Pernah Disebut, tetapi Tidak Boleh Dianggap sebagai Bukti Keterlibatan

Dalam konteks pemberitaan mengenai Dasco, prinsip kehati-hatian menjadi penting.

Nama Dasco memang pernah muncul dalam pemberitaan Tempo mengenai dugaan bisnis judi online di Kamboja pada April 2025. Namun, hal tersebut merupakan isi pemberitaan media pada saat itu, bukan putusan pengadilan atau pernyataan resmi Bareskrim yang menyatakan Dasco terlibat dalam perkara Ujangbet.

Pihak Gerindra telah membantah pemberitaan tersebut, sedangkan Ahmad Muzani pada saat itu juga menyatakan tidak yakin Dasco memiliki keterkaitan dengan bisnis judi online di Kamboja.

Karena itu, pengungkapan jaringan judi online terbaru oleh Bareskrim tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Dasco terlibat di dalamnya.

Yang dapat dikatakan adalah bahwa isu lama mengenai jaringan judi Kamboja kembali mendapatkan perhatian publik bersamaan dengan munculnya pengungkapan baru mengenai jaringan perjudian yang juga disebut memiliki server di Kamboja.

Perbedaan antara fakta penegakan hukum dan pemberitaan lama tersebut penting untuk dijaga agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak berkembang menjadi tuduhan yang belum terbukti.

Batam dan Kamboja dalam Pengungkapan Terbaru

Batam menjadi salah satu titik penting dalam pengungkapan jaringan judi online terbaru Bareskrim.

Keterangan resmi Polri menyebut jaringan yang dibongkar merupakan jaringan perjudian online internasional dengan server di Kamboja. Dalam perkara tersebut, polisi melakukan penindakan di sejumlah lokasi dan menangkap sembilan tersangka. Nilai transaksi yang disebut dalam pengungkapan tersebut mencapai sekitar Rp890 miliar.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa pemberantasan judi online tidak lagi semata-mata berhadapan dengan operator lokal, tetapi juga dengan pola operasional yang dapat melibatkan infrastruktur dan jaringan lintas negara.

Karena itu, pengungkapan tersebut juga menjadi momentum untuk melihat kembali berbagai pemberitaan mengenai jaringan judi Kamboja yang pernah muncul sebelumnya.

Termasuk pemberitaan pada April 2025 yang menyebut nama Sufmi Dasco Ahmad.

Namun, sejauh keterangan resmi Bareskrim mengenai perkara Ujangbet yang menjadi dasar pemberitaan ini, tidak terdapat pernyataan bahwa Sufmi Dasco Ahmad merupakan bagian dari jaringan tersebut.

Publik Menunggu Penegakan Hukum yang Transparan

Pengungkapan jaringan perjudian oleh Bareskrim menjadi bagian penting dalam upaya pemberantasan judi online di Indonesia.

Publik tentu berkepentingan mengetahui bagaimana jaringan tersebut bekerja, siapa saja yang memiliki peran di dalamnya, bagaimana aliran transaksinya, serta apakah masih terdapat pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban berdasarkan hasil penyidikan.

Pada saat yang sama, setiap nama yang pernah muncul dalam pemberitaan terkait perjudian harus tetap ditempatkan berdasarkan fakta dan status hukumnya masing-masing.

Dengan demikian, munculnya kembali nama Sufmi Dasco Ahmad dalam konteks pemberitaan ini harus dipahami sebagai pengulangan atau penelusuran terhadap pemberitaan yang pernah muncul pada 2025, bukan sebagai pernyataan bahwa Bareskrim telah menemukan keterkaitan Dasco dengan perkara judi online yang baru diungkap.

Justru karena terdapat perbedaan antara pemberitaan lama, bantahan pihak terkait, dan perkembangan penegakan hukum terbaru, isu tersebut masih memiliki nilai jurnalistik untuk ditelusuri secara berimbang.

Catatan redaksi: Pemberitaan ini tidak menyimpulkan atau menyatakan bahwa Sufmi Dasco Ahmad terlibat dalam jaringan judi online yang diungkap Bareskrim. Nama Dasco disebut dalam konteks pemberitaan media pada April 2025 dan respons terhadap pemberitaan tersebut. Perkara yang diungkap Bareskrim merupakan perkara tersendiri dan tidak dalam keterangan resmi yang menjadi dasar tulisan ini mengaitkan Dasco dengan jaringan tersebut.