Batammoranews.com, Kamis 23 April 2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kayong- Proyek Strategi Nasional (PSN) di Pulau Penebang memberikan kontribusi nyata pada kenaikan tren positif pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kayong Utara.

PSN di Pulau Penebang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah dan berhasil mengerek perekonomian Kabupaten Kayong Utara hingga 5,89 persen di tahun 2025.

Data tersebut disampaikan Bupati Kayong Utara Romi Wijaya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 pada Jumat, 10 April 2026. Pada forum itu, Romi menegaskan pentingnya sinergi perencanaan pembangunan daerah dengan agenda pembangunan nasional dan provinsi.

“Pertumbuhan ekonomi Kayong Utara mengalami kenaikan signifikan dimana pada tahun 2025 mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 5,89 persen, yang juga sekaligus merupakan pertumbuhan tertinggi sepanjang lima tahun terakhir,” ujar Romi disaksikan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, unsur pimpinan daerah, dan perwakilan masyarakat.

“Keberadaan Proyek Strategis Nasional di Pulau Penebang berkontribusi pada pencapaian angka pertumbuhan ini,” imbuhnya.

Kawasan Industri Pulau Penebang untuk Pertumbuhan Ekonomi Tinggi dan Berkualitas

Lebih lanjut, untuk Romi menargetkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kayong Utara diharapkan tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas dan merata, terutama pada sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata.

Sektor-sektor tersebut, ke depannya dinilai memiliki peran penting sebagai tulang punggung ekonomi daerah sekaligus berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka kemiskinan.

Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara sendiri dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama.

KIPP merupakan pusat pengolahan dan pemurnian bijih bauksit untuk produksi alumina dan aluminium yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Angka Kemiskinan Turun karena Pertumbuhan Ekonomi

Data menunjukkan angka kemiskinan di Kayong Utara mengalami penurunan dari 9,56 persen pada tahun 2020 menjadi 8,75 persen pada tahun 2025.

Kondisi ini menjadi indikator bahwa pertumbuhan ekonomi mulai memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi, Romi menyatakan, Pemkab Kayong Utara juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, reformasi birokrasi, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kayong Utara masih berada di bawah rata-rata provinsi, namun meningkat dari 62,66 poin pada 2019 menjadi 67,60 poin pada 2025.

Di sisi lain, tantangan fiskal masih menjadi perhatian mengingat struktur pendapatan daerah yang masih didominasi oleh transfer dari pemerintah pusat dan provinsi hingga mencapai 95 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru berkontribusi sekitar 5 persen, sehingga diperlukan terobosan untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

Menutup sambutannya, Bupati Romi mengajak seluruh pemangku kepentingan lebih cermat merancang program pembangunan agar tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

“Target-target pembangunan dapat dicapai bila kita saling bergandeng tangan dalam merumuskan, merancang dan mengimplementasikan program dan kegiatan yang optimal,” tegasnya.
***

(JJ)