Batammoranews.com, Kamis 9 April 2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bandung – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti curhatan seorang ibu asal Cicalengka, Nina Saleha (37) yang mengaku hampir kehilangan bayinya usai sempat dirujuk di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

Sebelumnya diketahui, Nina adalah pasien rujukan di RSHS Bandung, dan sempat melakukan persalinan di Rumah Sakit Unpad, pada 1 April 2026 lalu.

Buah hati Nina kemudian dirujuk ke RSHS Bandung pada Minggu, 5 April 2026.

Kini, Nina mengaku sempat mendapati insiden tidak menyenangkan saat bayinya hendak dibawa oleh orang tak dikenal (OTK) saat dijemput di RSHS Bandung.

Dalam unggahan akun TikTok, @nindy5760, pada  Kamis, 9 April 2026, Nina menceritakan kronologi ihwal kejadian tersebut di media sosial.

“Saya tidak terima, di RS Hasan Sadikin, anak saya diberikan ke orang lain,” tegas Nina pada postingan tersebut.

Lantas, bagaimana kronologi insiden ini bermula berdasarkan penuturan seorang ibu asal Cicalengka tersebut? Berikut ulasannya.

Sempat Dirujuk di RSHS Bandung

Dalam penuturannya, Nina menceritakan, bayinya sempat dirawat di ruang rawat anak di RSHS Bandung lantaran menderita sakit kuning.

Perawatan tersebut diketahui 5 hari usai dirujuk ke rumah sakit tersebut.

Saat hendak pulang, Nina dan suaminya meninggalkan ruangan sejenak untuk makan.

Mereka sempat menunggu berkas selesai sebelum membawa pulang bayinya.

“Saya dari subuh sudah memandikan lalu membawa baju anak saya,” tutur Nina.

Lihat Bayinya Hendak Dibawa OTK

Setelah kembali ke ruang perawatan, Nina menjumpai bahwa bayinya sudah berada ditangan seorang wanita yang tidak dikenalnya.

“Wanita (OTK) itu datang pada waktu siang hari, sedangkan saya sudah menunggu lama di rumah sakit,” terang Nina.

“Tapi saya tidak dipanggil petugas (untuk menjemput sang bayi), tapi wanita itu sudah dipanggil,” imbuhnya.

Nina lantas mengeluhkan jadwal anaknya yang diketahui sudah diperbolehkan pulang, namun tidak kunjung diinformasikan oleh petugas rumah sakit.

“Padahal anak saya dijadwalkan sudah bisa pulang karena sudah sehat,” ungkapnya.

“Tapi wanita itu bilang anaknya juga sudah waktunya pulang tapi tidak jadi dengan beralasan sang anak ada kebocoran di paru-parunya,” sambung Nina.

Yakinkan Identitas sang Anak

Pada insiden tersebut, Nina sempat menghampiri perempuan tersebut untuk memastikan identitas bayi.

Ibu asal Cicalengka tersebut lantas mengenali wajah serta perlengkapan yang digunakan sang bayi.

“Itu anak saya. Tahu dari bajunya,” terang Nina.

“Saya hafal betul selimut dan pakaiannya,” tambahnya.

Sempat Dapat Firasat Buruk

Dalam penuturannya, Nina mengaku mendapati kejadian itu usai mendapatkan firasat buruk tentang keberadaan anaknya di lokasi kejadian.

“Saya (sebagai ibu) sudah mendapatkan firasat tidak enak di hati, seperti ada yang berbisik ‘ayo segera temui anakmu’, begitu,” tuturnya.

“Saat menemuinya, benar saja, anak saya ada di tangan orang lain, untungnya belum jauh, kalau sudah jauh, tidak tahu bagaimana nasibnya,” jelas Nina.

Nina kemudian memanggil perawat, namun petugas RSHS Bandung itu diduga berdalih namanya sudah lama dipanggil tapi tak ada respon.

Kondisi itu pun kini dianggap Nina sebagai trauma, dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali baginya maupun orang lain.

Hingga berita ini terbit, pihak RSHS Kota Bandung belum memberikan keterangan resmi ihwal dugaan insiden yang disampaikan warga asal Cicalengka tersebut.***

 

Redaksi Batammoranews.com