Batammoranews.com, Rabu 1 April 2026
Batam – Di bawah terik matahari pada Senin (30/3/2026) pagi, ratusan warga bersama jajaran Pemerintah Kota Batam memadati Dataran Engku Putri, Batam Center, untuk melaksanakan Salat Istisqa. Ibadah ini digelar sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan setelah beberapa pekan Kota Batam dilanda cuaca panas yang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut hadir dan mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk meskipun cuaca cukup terik. Ia menyampaikan bahwa Salat Istisqa merupakan ikhtiar spiritual yang berjalan beriringan dengan berbagai langkah teknis yang telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi dampak musim kemarau.
Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem saat ini mulai berdampak pada menurunnya ketersediaan air baku di sejumlah waduk utama serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kita menyadari air merupakan sumber kehidupan utama bagi masyarakat Batam. Melalui Salat Istisqa ini, kita memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa berkah, sehingga waduk kembali terisi dan risiko kebakaran hutan dapat diminimalkan,” ujar Amsakar.
Pelaksanaan Salat Istisqa tersebut dipimpin oleh Ustaz Hefri AR sebagai imam, sementara khutbah disampaikan oleh Kiai Dhoifi Ibrahim.
Dalam khutbahnya, Kiai Dhoifi mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istigfar serta melakukan introspeksi diri. Ia menegaskan bahwa kondisi kekeringan yang terjadi harus menjadi pengingat bagi manusia untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru, tingginya intensitas panas menyebabkan peningkatan penguapan air dan minimnya resapan ke waduk. Kondisi tersebut turut memengaruhi ketersediaan air bersih bagi masyarakat Batam.
Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam juga terus mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan utama. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api di lingkungan masing-masing.
Pemerintah berharap, melalui ikhtiar doa bersama ini, kondisi cuaca dapat segera membaik dan ketahanan pasokan air di Batam kembali stabil dalam waktu dekat.
___AMB___
Redaksi Batammoranews.com







