Batammoranews.com, Jumat 17 April 2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lampung – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kontroversi antara orang tua (ortu) siswa dengan admin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambahrejo di Pringsewu, Lampung.

Sebelumnya diketahui, ortu siswa tersebut sempat mengirimkan foto berisi dugaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa ayam yang dinilai sudah tak layak konsumsi.

Hal itu diutarakannya melalui pesan langsung atau direct message (DM) ke akun resmi SPPG Tambahrejo, pada Selasa, 14 April 2026.

“Alhamdulillah, belajar bijak cerdas dan bijaksana, dicek dulu sekarang. And hell yeah, i found it (Ya ampun, aku menemukannya),” ungkap sang ortu siswa.

Kendati demikian, admin SPPG yang menanggapi keluhan tersebut justru dinilai menganggap remeh dengan menertawakan keluhan sang ortu siswa penerima MBG.

“Calon MPR RI ini sudah sok Inggris sekarang, selamat ya sudah menjadi bahan ketawanya admin,” begitu tanggapan admin SPPG Tambahrejo.

Kini, setelah kontroversi ini ramai disorot sebagian publik di media sosial, pihak SPPG akhirnya memberikan klarifikasi kepada pihak orang tua siswa.

Terlebih, terkait menu MBG yang diduga sudah tak layak konsumsi hingga respon negatif dari admin SPPG yang bersangkutan.

Saling Utarakan Uneg-uneg

Terlihat dalam unggahan Instagram @pringsewupedia, pada Jumat, 17 April 2026, ortu siswa penerima MBG di Lampung itu dilaporkan telah menyampaikan keluhannya secara langsung kepada pihak SPPG.

Sebelumnya dalam chat yang beredar, ortu siswa tersebut menyampaikan keluhan terkait menu ayam yang dibagikan kepada anaknya.

Kala itu, ia menilai kondisi ayam tersebut kurang layak dikonsumsi karena masih terlihat berbulu dan tidak matang sempurna.

Kendati demikian, kini ortu siswa di Pringsewu, Lampung itu memastikan permasalahan tersebut kini telah diselesaikan secara baik-baik.

“Kedua belah pihak sudah saling menyampaikan uneg-uneg dan berakhir dengan saling memaafkan,” tulis postingan tersebut.

SPPG Minta Maaf ke Ortu Siswa

Pada momen yang sama, tampak kedua pihak saling berpelukan dalam proses mediasi tersebut.

Pihak SPPG bersama tim distribusi juga datang langsung menemui ortu siswa, untuk meminta maaf atas menu ayam yang dinilai kurang layak.

“Mereka menyampaikan bahwa hal tersebut di luar kendali dan bisa terjadi dalam proses memasak, namun tetap menjadi bahan evaluasi ke depannya,” terang postingan serupa.

Di sisi lain, orang tua siswa tersebut juga mengakui bahwa sebagai seorang ibu sempat merasa emosi karena anaknya tidak jadi makan saat insiden terjadi.

“Ia pun menyadari mungkin ada penyampaian yang kurang tepat hingga menyinggung pihak lain,” tambahnya.

Kedua pihak juga berharap ke depan dapat lebih bijak, terlebih dalam menyampaikan kritik maupun dalam menanggapi masukan ihwal pelaksanaan program MBG di Pringsewu, Lampung tersebut.***

(JJ)