Batammoranews.com, Rabu 20 Mei 2026
Kalimantan – Setelah ramai jadi perhatian nasional usai kontroversi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI Kalbar, akhirnya terjadi pertemuan antara SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.
Selain dari pihak kedua sekolah, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan MPR RI dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat.
Dalam pertemuan tersebut, pihak SMAN 1 Pontianak menyampaikan langsung dukungan kepada SMAN 1 Sambas yang akan maju LCC 4 Pilar MPR RI tingkat nasional pada Agustus 2026 mendatang.
Kedua sekolah kompak menolak melakukan perlombaan ulang final tingkat Provinsi Kalimantan Barat usai kontroversi dewan juri dan MC seperti yang ditawarkan oleh MPR RI.
Dukung SMAN 1 Sambas, Tidak Ingin Menganulir Hasil Lomba
Ketua Tim LCC 4 Pilar MPR RI dari SMAN 1 Sambas, Almira, mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh pada SMAN 1 Sambas.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menganulir hasil lomba final, melainkan hanya meminta klarifikasi dari penyelenggara.
“Kami di sini sangat menyambut baik teman-teman dan bapak ibu dan kepala sekolah dari SMAN 1 Sambas, di sini kami menetapkan bahwa kami sepenuhnya kami dari SMAN 1 Pontianak tetap mendukung atas keberanian dan nanti partisipasi teman-teman lanjut ke tingkat nasional,” kata Almira dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026.
“Atas konflik yang kemarin telah terjadi, kami menekankan bahwa dari awal kami tidak ingin menganulir hasil perlombaan tingkat provinsi kemarin, tapi klarifikasi dari penyelenggara lomba,” terangnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar pada perlombaan Agustus nanti, tak hanya membawa nama sekolah SMAN 1 Sambas, tapi juga sukses mewakili Kalimantan Barat.
Mengajak untuk Menjalin Hubungan Baik
Usai kontroversi yang menyita publik, Almira berharap hubungan baik bisa terjalin antara siswa SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas ke depannya.
“Di sini kita juga bisa bertemu lagi selain dari perlombaan kemarin, semoga kita bisa menjalin silaturahmi ke depannya. Kemudian teman-teman semangat belajarnya,” ucap Almira.
“Dari yang kemarin sama-sama kita rasakan, itu perlahan kita tinggalkan dan jadi motivasi lebih baik ke depan,” tukasnya.
Kontroversi LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar dan Rencana Lomba Ulang
Kontroversi ini bermula dari lomba yang diikuti oleh SMAN 1 Sanggau, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Pontianak pada 9 Mei 2026.
Cuplikan video yang beredar di media sosial adalah ketika momen siswa SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas memiliki kesamaan substansi saat menjawab pertanyaan tentang pemilihan anggota Badan Pemeriksaan Rakyat (BPK).
Namun, dewan juri saat itu, yakni Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Dyastasita Widya Budi memberikan nilai -5 (minus 5) untuk SMAN 1 Pontianak dan nilai 10 untuk SMAN 1 Sambas.
Siswa SMAN 1 Pontianak langsung melayangkan protes dan menyatakan bahwa jawabannya sama dengan grup B atau SMAN 1 Sambas.
Setelah protesnya tak didengar, juri Dyastasita menegaskan bahwa keputusan ada di dewan juri dan juri lainnya, yaitu Indri Wahyuni menegaskan bahwa saat menjawab, artikulasi harus terdengar jelas.
MC acara, Shindy Lutfiana juga ikut viral karena respons yang diberikan, yakni dengan mengucapkan kalimat, ‘Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja’.
Sementara rencana lomba ulang disampaikan oleh ketua MPR RI, Ahmad Muzani pada 13 Mei 2026.
Selain rencana perlombaan ulang, Ahmad Muzani juga menyebut akan mengganti juri dengan juri independen dan mengawasi langsung jalannya lomba dari awal hingga akhir.
***
(JJ)







