Batammoranews.com, Rabu 20 Mei 2026
Gowa – Mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) berinisial PJT (19) meninggal dunia di area kampus pada Senin, 18 Mei 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Fakultas Teknik Unhas dan diketahui bahwa PJT adalah mahasiswi Departemen Arsitektur angkatan 2024.
Korban ditemukan saat petang hari sekitar waktu Maghrib di parkiran motor gedung FT Unhas.
Setelah kabar meninggalnya PJT, kini media sosial kembali ramai dengan viralnya voice note diduga pesan terakhir dari korban.
Voice Note Diduga PJT Sebelum Meninggal Dunia
Media sosial viral dengan beredarnya voice note diduga berisi suara PJT, berisi pesan sebelum ditemukan meninggal dunia di kampus.
Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @soalunsrat dan dengan terbata-bata, terdengar bahwa ia meminta agar menghubungi temannya yang lain.
“Kalau misalnya kamu dengar voice note ini, ada kemungkinan besar aku sudah tidak ada. Tolong temui aku di parkiran belakang gedung Arsi (Arsitektur), karena mungkin saja aku bakal lompat, dan badan ku tetap ada di sana,” ujar suara dalam voice note tersebut.
“Mungkin kalau bisa telepon Tila buat bawa aku pulang gitu, enggak tau deh,” lanjutnya.
Meminta untuk Tidak Menyalahkan Pihak Tertentu
Voice note tersebut juga meminta agar tidak ada pihak-pihak yang disudutkan karena keputusan untuk melakukan tindakan ekstrem berasal dari dirinya sendiri.
“Yah intinya, banyak hal terjadi, dan keputusan untuk mengakhiri semua ini purely ada karena keinginan ku sendiri,” ungkapnya.
“Tolong jangan menyalahkan diri kamu deh karena masalah ini dan makasih udah temenin aku sampai titik ini,” tukasnya.
Unhas dan Buka Suara Tentang Voice Note yang Viral
Pihak universitas melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan bahwa ada salah satu mahasiswinya yang ditemukan meninggal dunia di area kampus.
Mengenai rekaman yang beredar, Ishaq menyebut bahwa voice note tersebut juga sempat diterima oleh pihak keluarga.
“Sebelum kejadian tersebut, korban sempat mengirim pesan suara kepada temannya lainnya. Kemudian pesan suara itu diteruskan ke orang tuanya,” ungkap Ishaq dalam keterangannya pada Selasa, 19 Mei 2026.
Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Meski muncul dugaan bahwa PJT meninggal dunia karena melompat dari gedung, polisi tetap melakukan penyelidikan mengenai penyebab pastinya.
Pasalnya, menurut pihak kepolisian, kondisi jasad korban tidak menunjukkan adanya benturan keras terjatuh dari ketinggian.
“Melihat kondisi jenazah tidak ada yang patah, tidak ada luka serius,” ujar Kanit Resmob Satreskrim Polres Gowa, Andi Muhammad Alfian.
Pemeriksaan luar pada jasad korban pun telah dilakukan, namun keperluan autopsi dibatalkan karena keluarga melalui surat pernyataan yang dibuat oleh ayah kandung menolak autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara.
***
(JJ)







