Batammoranews.com, Sabtu 1 Oktober 2025

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jakarta – Tahukah Anda Hampir semua dari kita pasti akrab dengan minimarket Alfamart. Tapi, tahukah Kamu siapa sosok di balik raksasa ritel yang kini cabangnya ada di mana-mana ini? Dia adalah Kwok Kwie Fo atau yang lebih dikenal sebagai Djoko Susanto, mengutip dari Laman CNBC. Sabtu (1/11/25).

Perjalanannya tentu tidak instan dan penuh lika-liku.

– Berawal dari Jaga Toko Kelontong.
Kisah ini dimulai tahun 1966. Setelah meninggalkan bangku SMA, Djoko memilih untuk membantu bisnis kelontong ibunya, “Toko Sumber Bahagia” di Petojo, Jakarta.

Di sana, ia setiap hari menjaga warung yang menjual kacang tanah, minyak sayur, sabun mandi, dan rokok, dari pagi sampai malam. Seiring waktu, warung itu fokus menjadi penjual rokok skala besar dan sukses menjadi mitra utama Gudang Garam.

– Digandeng Bos Sampoerna.
Kesuksesan Djoko menjual rokok ini menarik perhatian bos PT HM Sampoerna, Putera Sampoerna, pada akhir 1986. Djoko pun diangkat menjadi direktur penjualan di Sampoerna.

Titik baliknya terjadi pada 1989. Saat memasarkan merek baru Sampoerna A Mild, Djoko mendirikan PT Alfa Retailindo dan mengubah sebuah gudang Sampoerna menjadi “Toko Gudang Rabat”. Inilah cikal bakal Alfamart.

– Lahirnya Sang Raksasa Ritel.
Awalnya, Toko Gudang Rabat difungsikan sebagai distributor rokok, namun perlahan berubah menjadi toko kelontong yang menjual berbagai macam barang.

Pada tahun 1990-an, Gudang Rabat menjelma menjadi pesaing Indomaret dengan 32 gerai.

Akhirnya, pada 18 Oktober 1999, namanya diubah menjadi Alfa Minimart. Nama ini kemudian disempurnakan menjadi Alfamart sejak 1 Januari 2003.

Dari warung kelontong sederhana milik ibunya, kini Grup Alfamart (termasuk Alfamidi dan Lawson) telah memiliki lebih dari 23.000 toko di seluruh penjuru negeri.

Kisah Djoko Susanto, mengingatkan kita bahwa kesuksesan tidak hanya tentang mencapai tujuan, tapi juga tentang bagaimana kita memanfaatkan kesempatan dan belajar dari pengalaman. Djoko tidak ragu untuk mengambil risiko dan mencoba hal baru, yang akhirnya membawanya ke puncak kesuksesan.

Disadur dari : CNBC Indonesia