Batammoranews.com, Selasa 2 Desember 2025
Batam – Maraknya persoalan di dunia hiburan malam, termasuk kasus pembunuhan seorang LC yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, mendapat perhatian serius dari Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kepulauan Riau. Ketua DPW IPJI Kepri, Ismail, menyampaikan bahwa pemerintah dan kepolisian perlu menindak tegas keberadaan agency yang merekrut LC tanpa legalitas.
Menurut Ismail, banyak pihak mengatasnamakan agency tetapi tidak memiliki izin yang jelas. Kondisi ini, kata dia, membuka celah terjadinya praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO), termasuk penipuan berkedok perekrutan tenaga kerja.
“Seharusnya ada regulasi yang ketat dan pengawasan menyeluruh terhadap agency yang beroperasi di lingkungan hiburan malam. Jika perlu, tutup saja, karena terlalu banyak sisi negatif yang muncul selama ini,” ujar Ismail.
IPJI Kepri menyatakan dukungan penuh apabila pemerintah dan pihak kepolisian mengambil langkah untuk menutup agency yang tidak memiliki legalitas. Ia menegaskan bahwa keberadaan agency ilegal hanya menambah kerentanan bagi para pekerja.
Lebih lanjut, Ismail menyarankan agar seluruh pelaku usaha hiburan malam menyediakan tenaga kerja LC secara langsung tanpa perantara pihak ketiga. Dengan demikian, pengawasan dan tanggung jawab terhadap LC dapat berada sepenuhnya di bawah manajemen internal tempat hiburan malam tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun IPJI Kepri di lapangan, LC seringkali menjadi “sapi perah” oleh agency. Dalam praktik pembagian hasil kerja, apabila seorang LC menerima uang jasa sebesar Rp1.000.000, potongannya bisa mencapai 60% hingga 70%. Rinciannya, sekitar 20% untuk tempat hiburan malam dan 30% hingga 40% untuk agency, sedangkan sisanya baru diterima LC.
“Dengan potongan sebesar itu, LC masih harus menanggung biaya tempat tinggal, makan, kebutuhan salon, dan transportasi. Ini tentu sangat memberatkan. Yang lebih ironis, tidak ada satu pun agency yang membayar pajak penghasilan kepada negara. Inilah alasan mengapa agency seperti ini sebaiknya ditutup,” tegas Ismail.
____AMB____
Redaksi Batammoranews.com




