Batammoranews.com, Rabu 22 April 2026
Kalimantan – Ribuan massa yang berasal dari mahasiswa dan organisasi masyarakat mendatangi Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyuarakan protes kebijakan Gubernur Rudy Mas’ud pada Selasa, 21 April 2026.
Kericuhan sempat terjadi saat sejumlah oknum pendemo mulai melempari batu dan botol air mineral ke arah aparat yang berjaga sekitar pukul 18.00 WITA.
Namun, sebelum suasana demo berubah menjadi panas, viral di media sosial aksi orator yang menyuruh mundur massa agar tidak terjadi saling dorong dengan aparat.
Momen tersebut terjadi pada sore hari ketika terlihat massa mulai mencoba untuk maju dan aparat mendorong untuk menjaga barisannya.
“Tiga langkah ke belakang, jalan!” teriak orator kepada massa pendemo dalam video yang diunggah akun Instagram @narasikaltim pada Selasa, 21 April 2026.
Ingatkan Ada Massa dari Keluarga Aparat
Dalam video yang kini telah diputar lebih dari 490 ribu kali penayangan itu juga terdengar orator yang mengingatkan ada pendemo yang berasal dari keluarga aparat.
“Jangankan mukul-mukul aparat, kalian melempar gedung juga nggak ada gunanya,” kata orator aksi.
“Teman-teman, di antara kita yang ikut demo itu anak Polisi, betul nggak? Nih Pak, anak bapak. Teman-teman yang di depan, tolong hargai komando,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan agar aksi tetap berlangsung kondusif dan diselesaikan dengan komunikasi yang baik.
“Jangan ada gerakan tambahan, cukup orang-orang di luar gerakan ini aja yang lobi-lobi banyak gerakan tambahan. Di antara ini juga ada bapak teman kita yang bertugas, jangan mau diadu domba dan digesekkan,” paparnya.
Menariknya, dalam unggahan tersebut juga terlihat akun Polantas Polda Kaltim yang meninggalkan komentar.
“Anakku mana anakku? Terima kasih, Alhamdulillah berjalan kondusif. Terlepas dari tugas kami, kami pun masih merasa sebagai rakyat, tetap kalian saudara kami,” ungkap pihak Polantas.
Tuntutan Demo 21 April 2026 di Kantor Gubernur Kaltim
Demo yang berlokasi di Samarinda itu dipicu oleh kebijakan-kebijakan Gubernur dan keinginan masyarakat agar ada transparansi.
Sebelum melakukan demo di depan Kantor Gubernur, massa sempat berkumpul dan menggelar aksi di depan kantor DPRD Kaltim.
Dua hal yang disorot dalam demo kali ini adalah anggaran fantastis Pemprov Kaltim untuk mobil dinas gubernur senilai Rp8,5 miliar dan anggaran Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur.
Nominal besar tersebut seolah kontradiktif dengan efisiensi anggaran oleh pemerintah saat ini.
***
(JJ)







