Batammoranews.com, Sabtu 11 April 2026
Banyumas – Viral di media sosial video wisatawan yang terjebak aliran deras Curug Gomblang, Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah.
Diketahui bahwa debit air meningkat dan membuat kondisi air terjun di curug langsung deras berwarna coklat pada Jumat, 10 April 2026.
Dalam video viral yang diunggah oleh akun TikTok @mld.filter, terlihat dua orang wisatawan yang berdiri di atas batu di tengah sungai.
“Tidak bisa terevakuasi guys, aduh Ya Allah kasihan banget,” ujar perekam video dalam unggahan tersebut.
Evakuasi Berhasil Dilakukan oleh Petugas Curug
Menilik kolom komentar dalam unggahan yang sudah diputar lebih dari 7,6 juta kali penayangan itu, salah satu akun bernama Penunggu Curug mengabarkan bahwa wisatawan tersebut berhasil dievakuasi.
Wisatawan yang sempat terjebak tersebut kini dalam kondisi aman dan tidak mengalami luka serius.
“Alhamdulillah untuk pengunjung aman dan tidak ada luka serius hanya sedikit trauma,” tulisnya.
“Diimbau kepada semua pengunjung yang mau ke lokasi wisata alam untuk selalu memperhatikan keselamatan dan tanda tanda alam karena kejadian seperti ini sering terjadi secara tiba-tiba,” sambungnya mengingatkan pengunjung.
Alasan Wisatawan Tetap Diminta Berdiri di Titik Batu
Tak hanya ungkapan kekhawatiran, media sosial juga ramai dengan pertanyaan mengapa wisatawan tersebut tidak langsung lari ke pinggir meski dalam video terlihat beberapa bagian sungai tampak lebih tenang.
Beberapa pertanyaan dari warganet seperti, “Itu padahal yang di bawahnya dangkal, masih bisa lewat tinggal naik,” tulis akun @pen*******3
“Masih bisa ke pinggir itu sebelum banjir lebih gedenya,” tulis akun @and*****i
“Udah lihat airnya begitu kenapa nggak segera lari ke pinggir?” tulis akun @_ma*********u
Kondisi tersebut lantas dijelaskan oleh akun yang sama, yakni untuk menunggu tim menyiapkan alat untuk evakuasi.
“Kenapa mereka masih stay di titik itu karena dari tim kami sudah berada di lokasi sembari menunggu evakuasi dan peralatan yang sedang diambil,” terangnya.
“Untuk waktu 10-15 menit masih bisa kami pastikan tidak ada tambahan debit air dan untuk peralatan tidak sampai menunggu waktu lama sudah sampai ke lokasi, jadi bisa dengan cepat kami lakukan evakuasi,” lanjutnya.
Air yang deras dan berwarna coklat juga berpengaruh pada keputusan untuk meminta wisatawan tersebut tetap berada di tempatnya.
“Yang terlihat memang seperti belum deras, tapi ketika melihat aslinya debit air sudah sangat besar dan kencang arusnya. Ini salah satu keputusan yang terbaik ketika terkena banjir karena kita tidak tau medan seperti apa,” paparnya.
“Jika tadi mereka memaksakan untuk berlari menjauh dari banjir, ada dua kemungkinan mereka jatuh dan hanyut. Ini akan mengakibatkan kesalahan fatal yang bisa mengakibatkan hilang nyawa,” tukasnya.***
Redaksi Batammoranews.com







