Batammoranews.com, Kamis April 2026
Jakarta – Beredar video di media sosial yang berisi penuturan seorang korban yang diduga mengalami pencopetan di dalam bus TransJakarta (TJ) arah Balai Kota DKI Jakarta.
Dalam unggahan Instagram @jakarta.terkini, pada Kamis, 16 April 2026, terlihat seorang pria yang menceritakan kronologi insiden pencopetan tersebut.
“Kecopetan HP di TransJakarta 6A, Naik 6A dari Halte Underpass Kuningan ke arah Balai Kota,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Pria itu mengaku ponselnya hilang usai didekati oleh orang tak dikenal (OTK) saat berada di dalam bus.
Lantas, bagaimana awal mula insiden pencopetan di dalam bus TransJakarta ini terjadi hingga akhirnya viral di media sosial? Berikut ini ulasannya.
Baru Sadar di Jembatan Ciliwung
Dalam postingan tersebut, dilaporkan seorang penumpang TransJakarta menjadi korban pencopetan saat berada di dalam bus koridor 6A arah Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu, 15 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.
Diketahui, korban sempat menaiki bus dari halte underpass Kuningan tanpa menyadari ada hal mencurigakan.
Pria tersebut mengaku baru sadar ponselnya hilang saat hendak memasuki jembatan penyeberangan Kali Ciliwung.
“Sadar pas mau naik jembatan itu, langsung panik dan cek Find My iPhone,” ungkap korban.
Ponsel Terdeteksi di Tangan OTK
Dari hasil pelacakan, korban menuturkan ponselnya sempat terdeteksi dibawa oleh OTK yang berada di Halte Rasuna Said.
Tak lama kemudian, lokasi ponsel itu bergerak ke arah selatan menuju kawasan Mampang.
Pergerakan terus berlanjut hingga terpantau berpindah jalur di sekitar perempatan Kuningan, lalu bergerak ke arah barat dan sempat mengarah ke kawasan GBK.
Terkait hal itu, korban menduga pelaku berpindah ke bus lain, kemungkinan koridor 9C.
“Sempat berhenti sebentar di pinggir jalan dekat GBK, habis itu langsung hilang, offline,” terangnya.
Menyikapi hal tersebut, korban telah mengaktifkan fitur Lost Mode dan mencantumkan nomor yang bisa dihubungi, namun hingga kini ponsel tersebut belum kembali aktif.
Korban Berharap Ada CCTV
Atas insiden pencopetan ini, korban kini mengaku mulai pasrah.
“Sudah di tahap ikhlas, mau gimana lagi. HP-nya juga sudah mati,” bebernya.
Di sisi lain, korban diketahui tengah berupaya untuk menghubungi pihak TransJakarta ihwal insiden tersebut.
“Sekarang aku lagi berusaha menghubungi ke pihak TransJakarta, siapa tahu ada CCTV atau bagaimana,” tandasnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak korban maupun otoritas terkait ihwal insiden pencopetan di dalam bus TransJakarta tersebut.
Terlepas dari hal itu, publik diimbau tetap waspada saat berada di transportasi umum, terutama saat berada di jam sibuk.
Salah satunya, dengan cara menyimpan barang berharga di tempat aman dan mudah diawasi.
Sampai dengan Kamis, 16 April 2026, pukul 08.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 4,001 ribu pengguna Instagram.***
(JJ)







