Batammoranews.com, Junat 26 Juni 2026
Batam – Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIA Batam, Andre Silalahi, menghadirkan inovasi digital bertajuk **SI OMEGA (Sistem Optimalisasi Monitoring Evaluasi Garda Aman)** sebagai langkah memperkuat tata kelola pengamanan dan administrasi di lingkungan pemasyarakatan.
Inovasi tersebut merupakan proyek perubahan yang diinisiasi Andre Silalahi dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Implementasinya mendapat dukungan penuh dari Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yosafat Rizanto, beserta seluruh jajaran sehingga dapat berjalan secara optimal.
SI OMEGA dikembangkan sebagai sistem digital yang berfungsi mendata dan mengelola informasi perangkat telepon seluler (handphone/HP) milik seluruh petugas Lapas Batam secara terintegrasi. Melalui aplikasi ini, berbagai data penting seperti identitas pengguna, merek dan tipe perangkat, nomor IMEI, hingga informasi pendukung lainnya terdokumentasi secara akurat, aman, dan mudah diakses untuk kepentingan administrasi maupun pengawasan.
Tidak hanya meningkatkan tertib administrasi, SI OMEGA juga menjadi instrumen strategis dalam mendukung terwujudnya Lapas Batam yang bebas dari HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba). Seluruh perangkat komunikasi milik petugas yang telah terdaftar akan lebih mudah diidentifikasi, sehingga penggunaan perangkat yang tidak terdaftar atau ilegal dapat diminimalisasi.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat sistem pengawasan internal sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan sarana komunikasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lembaga pemasyarakatan.
Andre Silalahi mengatakan, digitalisasi pendataan perangkat komunikasi merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengamanan sekaligus membangun tata kelola organisasi yang lebih modern dan akuntabel.
> “SI OMEGA hadir sebagai solusi untuk mewujudkan pendataan handphone petugas yang lebih tertib, terstruktur, dan mudah diperbarui. Melalui sistem ini, data dapat dikelola secara cepat dan akurat sehingga mendukung pelaksanaan tugas pengamanan di lingkungan Lapas Batam. Di sisi lain, aplikasi ini juga menjadi bentuk komitmen kami dalam meminimalisasi penggunaan handphone ilegal serta mendukung terwujudnya Lapas yang bersih dari HALINAR,” ujar Andre.
Menurutnya, inovasi ini lahir dari kebutuhan organisasi untuk meninggalkan sistem pendataan manual yang dinilai kurang efisien. Dengan memanfaatkan teknologi digital, proses pendataan, pembaruan informasi, hingga monitoring perangkat dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.
Penerapan SI OMEGA juga menjadi bagian dari transformasi digital yang terus dikembangkan di Lapas Batam guna meningkatkan disiplin administrasi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan internal. Inovasi ini sekaligus memperkuat budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berintegritas.
Melalui proyek perubahan tersebut, Andre berharap SI OMEGA dapat menjadi inovasi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan menjadi salah satu model penguatan pengamanan di lingkungan pemasyarakatan.
“Perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Inovasi sederhana yang mampu menjawab kebutuhan organisasi dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja, penguatan pengamanan, serta kualitas tata kelola di lingkungan pemasyarakatan,” tutupnya.







