Batammoranews.com, Senin 26 Januari 2026
Batam, Kepulauan Riau — Kebakaran hebat melanda kapal Elnusa Trans Samudra yang tengah menjalani perawatan (docking) di Galangan PT ASL Shipyard Indonesia, kawasan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, pada Minggu (25/1/2026) sore. Insiden ini memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan galangan kapal.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, ketika api tiba-tiba membesar dan melalap sebagian area kapal tanker yang sedang berada di dermaga perbaikan. Kobaran api sempat menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi sebelum akhirnya tim pemadam kebakaran internal galangan dibantu petugas pemadam dari instansi terkait diterjunkan untuk melakukan upaya pemadaman.
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, mengingat kapal dalam kondisi tidak beroperasi dan sebagian besar pekerja telah dievakuasi dari area berbahaya.
Kapal yang terbakar diketahui merupakan milik PT Elnusa Trans Samudera, anak usaha BUMN sektor energi. Sementara itu, lokasi kejadian berada di bawah pengelolaan PT ASL Shipyard Indonesia, salah satu galangan kapal besar di Batam yang melayani perbaikan dan pembangunan kapal.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan adanya aktivitas pekerjaan panas (hot work), gangguan sistem kelistrikan, atau kelalaian prosedur keselamatan kerja selama proses perawatan kapal berlangsung. Aspek penerapan standar K3 menjadi salah satu fokus utama dalam penyelidikan tersebut.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan kronologi dan faktor pemicu kebakaran. Pemeriksaan juga akan mencakup kepatuhan perusahaan terhadap regulasi keselamatan kerja di area galangan kapal.
Insiden ini menambah daftar kejadian kebakaran dan kecelakaan kerja di sektor industri galangan kapal di Batam, sekaligus memicu sorotan publik terhadap pengawasan dan penegakan standar K3. Masyarakat berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas peristiwa ini serta mengambil langkah tegas guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
____AMB____
Redaksi Batammoranews.com




