Batammoranews.com, Jumat, 10 April 2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jakarta – Viral di media sosial seorang diduga preman memecahkan mangkuk milik pedagang bakso di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat, 10 April 2026.

Video tersebut diunggah oleh berbagai akun di Instagram salah satunya @jabodetabek24info, menunjukkan seorang pria mengenakan jaket dan celana warna biru memecahkan mangkuk milik pedagang di wilayah Kampung Bali, Tanah ABAN

Pria tersebut mengambil setumpuk mangkuk dari gerobak bakso dan memulai aksinya dengan memukul-mukul mangkuk itu hingga pecah berserakan di tanah.

Diduga Sedang Meminta Uang pada Pedagang Bakso

Tak hanya memecahkan mangkuk, video tersebut juga mengungkap adanya perdebatan antara pria berjaket biru dengan pedagang bakso.

Pedagang bakso mempersilakan pria tersebut untuk memecahkan mangkuk dan menyinggung soal pembayaran uang di tanggal tertentu.

“Pecahin, pecahin nggak apa-apa, nggak masalah. Gue bayar tapi Tanggal satu,” ucap penjual bakso.

“Pecahin? Pecahin? Sekali lagi sini pecahin lagi,” tantang pria berjaket biru dan sempat melempar mangkuk ke gerobak.

Penjual bakso membeberkan bahwa dirinya sudah membayar sejumlah uang pada tanggal satu.

“Terserah lu, gue mau bayar tapi tanggal satu. Lu tanggal satu kemarin udah gue kasih, sekarang lu kayak gini,” sambungnya.

Video viral yang sudah ditonton lebih dari 1,2 juta kali penayangan itu menambahkan keterangan bahwa pria tersebut meminta uang Rp100.000.

Polisi Amankan 3 Orang Terduga Pelaku

Menurut unggahan terbaru Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengungkapkan bahwa tiga orang pelaku sudah diamankan oleh polisi.

“Tiga pelaku yang diduga melakukan pemerasan dengan modus meminta ‘uang jatah’ disertai ancaman akhirnya berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dari Polsek Tanah Abang,” tulisnya pada Jumat, 10 April 2026.

Ketiga pelaku berinisial TDT (26), DA (36), dan OP (36) yang kini dalam pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Tanah Abang.

Selain pedagang bakso, ketiganya juga diketahui melakukan pemerasan dengan dalih jatah uang keamanan kepada penjual bubur.

Kepada penjual bubur tersebut, pemerasan juga dilakukan dengan pengancaman apabila keinginannya tidak dipenuhi.

Mereka diketahui meminta uang Rp300.000 sambil mengancam akan menusuk penjual jika tidak diberi. ***

 

Redaksi Batammoranews.com