Batammoranews.com, Sabtu 28 Maret 2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Batam | BMNews – PLN Batam memberikan layanan listrik selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Pelayanan ini merupakan komitmen PLN Batam dalam memastikan kendalan pasokan listrik dan menikmati layanan listrik tanpa “byar pet” alias tiada pemadaman.

“Seluruh personel kami siagakan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Yoga Perdana Sulastama, Manajer Humas PLN Batam.
Posko tadi, kata Yoga, beranggotakan tim pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pengatur beban, sehingga merespon cepat setiap gangguan.

Kondisi Kelistrikan

Kemudian pengamanan kelistrikan fokus ke titik vital seperti bandara, pelabuhan, masjid, dan fasilitas publik lainnya, terutama saat arus mudik dan perayaan Lebaran.

Berdasarkan sistem, kondisi kelistrikan Batam-Bintan selama periode 6–31 Maret 2026 berstatus aman.

Daya mampu pasok sebesar 880,8 megawatt (MW), dengan beban puncak tertinggi diprediksi mencapai 761,0 MW. Cadangan daya 119,8 MW atau reserve margin 15,7 persen.

PLN Batam juga mencatat peningkatan konsumsi listrik selama RAFI 2026 sebesar 19 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Pasokan energi primer dalam kondisi mencukupi. Ketersediaan gas mencapai 133,8 BBTUD dari kebutuhan rata-rata 102 BBTUD, dengan stok batu bara aman keperluan operasional pembangkit.

Nah, mengantisipasi kondisi darurat, PLN Batam menyiapkan genset mobile, gardu portable, trafo mobile, hingga armada kendaraan operasional.

Proyeksi Kelistrikan

Di luar periode siaga, PLN Batam terus memperkuat infrastruktur kelistrikan. Kini, sistem didukung 11 gardu induk, lebih dari 2.000 gardu distribusi, serta jaringan sepanjang hampir 3.000 kilometer.

Dengan jumlah pelanggan lebih dari 400 ribu, kebutuhan listrik di Batam diproyeksikan terus meningkat, terutama dari sektor industri dan bisnis. PLN Batam menyiapkan strategi jangka panjang melalui pengembangan smart grid.
Kemudian penguatan jaringan distribusi, serta peningkatan sistem pengendalian berbasis SCADA.

“Ke depan, kami terus meningkatkan kualitas layanan agar kebutuhan listrik masyarakat dan industri dapat terpenuhi secara optimal,” pungkas Yoga. (A/AMB)