Batammoranews.com, Rabu 25 Maret 2026
Batam – Perjalanan hidup pengusaha sukses Batam, Abidin Fan Hasibuan, menjadi kisah inspiratif tentang bagaimana kerja keras dan ketekunan mampu mengubah keterbatasan menjadi kesuksesan. Kisah ini ramai dibagikan dan dikutip dari media sosial Facebook Sumut Indah pada Rabu (25/3).
Abidin Fan Hasibuan lahir di Moro pada 30 Oktober 1962. Sejak kecil, ia sudah memiliki mimpi besar untuk menjadi orang sukses dan memiliki pabrik sendiri. Mimpi tersebut terus ia pegang sebagai motivasi untuk memperbaiki kehidupan.
Pada sekitar tahun 1980-an, Abidin bersama istrinya merantau ke Batam dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Namun, kehidupan awal di kota industri tersebut tidaklah mudah. Ia harus menjalani berbagai pekerjaan serabutan, mulai dari berjualan telur hingga menjadi perantara pengurusan paspor.
Bahkan, kondisi ekonomi yang sulit pernah membuat Abidin dan istrinya tidak makan selama satu hari penuh karena tidak memiliki uang. Mereka hanya minum air putih untuk menahan rasa lapar. Meski berada dalam kondisi sulit, Abidin dan istrinya tetap bertekad untuk tidak menyerah.
Perjalanan karier Abidin mulai membaik ketika ia dipercaya menduduki posisi General Manager di sebuah perusahaan manufaktur pada periode 1987 hingga 1989. Setelah itu, ia kembali melanjutkan karier sebagai manajer produksi di perusahaan lain pada kurun waktu 1989 hingga 1990. Dari pengalaman tersebut, ia banyak belajar tentang manajemen industri dan produksi.
Berbekal pengalaman dan keyakinan yang kuat, pada 1 Juni 1990 Abidin akhirnya memberanikan diri mendirikan perusahaan sendiri yang bergerak di bidang manufaktur elektronik. Ia membangun pabrik perakitan Printed Circuit Board (PCB) di kawasan Pelita, Batam.
Pada masa awal berdiri, perusahaan tersebut hanya memiliki 22 orang karyawan, termasuk dirinya. Tantangan kembali datang pada tahun 1991 ketika perusahaannya mengalami kesulitan keuangan, sehingga ia terpaksa meminjam dana demi mempertahankan usahanya.
Namun, berkat kegigihan, komitmen, serta kemampuannya menjaga kepercayaan mitra bisnis, perusahaan yang dirintisnya perlahan bangkit. Abidin dikenal memegang prinsip bahwa kepercayaan merupakan aset yang nilainya lebih tinggi dari materi.
Seiring waktu, perusahaan tersebut berkembang dari sekadar pemasok PCB menjadi perusahaan manufaktur yang mampu merakit berbagai produk elektronik setengah jadi hingga produk jadi.
Kesuksesan tersebut diraih di tengah kondisi Batam pada era 1990-an yang masih menghadapi berbagai tantangan, seperti pesatnya arus urbanisasi, meningkatnya angka pengangguran, hingga keterbatasan infrastruktur kota.
Abidin juga memiliki visi agar Batam tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri berteknologi rendah. Ia berupaya mendorong penguasaan teknologi tinggi agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing dalam industri modern.
Pada periode 1995 hingga 1996, perusahaannya mulai mengembangkan produksi komponen optik serta layanan Surface Mounting Technology (SMT). Pengembangan ini ditandai dengan peningkatan jalur produksi SMT hingga puluhan lini yang didukung mesin modern serta sistem otomatis untuk pemasangan komponen elektronik presisi.
Kisah hidup Abidin Hasibuan menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang, kerja keras, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai rintangan kehidupan. Kisah ini juga menjadi motivasi bagi banyak orang bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi besar.
____AMB____
Redaksi Batammoranews.com







