Batammoranews.com, Selasa 9 Juni 2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

BATAM – Dua warga negara asing (WNA) asal Singapura dilaporkan meninggal dunia dalam rentang waktu kurang dari satu pekan di kawasan Apartemen Pollux Habibie, Batam Centre. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dari masing-masing peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah pemberitaan media di Batam menyebutkan, peristiwa pertama terjadi pada Kamis (4/6/2026). Seorang pria lansia warga Singapura ditemukan meninggal dunia di kawasan Pollux Habibie.

Sebagaimana diberitakan Batam Pos dan sejumlah media lokal lainnya, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun dugaan tindak pidana pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal akibat faktor kesehatan, sembari menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Senin (8/6/2026) malam, seorang perempuan warga negara Singapura berinisial LT (59) kembali ditemukan meninggal dunia di salah satu unit Apartemen Pollux Habibie, Tower 2 Bluhen lantai 38.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Rahmat Susanto. Kepada sejumlah media, Rahmat menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan dari lokasi kejadian.

“Iya benar, ada seorang WNA asal Singapura yang ditemukan meninggal dunia di kamar apartemen. Dugaan awal, korban meninggal karena sakit,” ujar Rahmat.

Menurut informasi yang diberitakan BatamNow.com, Ulasan.co, dan iNews Batam, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam unit apartemen sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Rahmat juga menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, pihaknya belum menemukan indikasi adanya kekerasan maupun kematian tidak wajar pada tubuh korban.

“Masih di RS Bhayangkara. Sementara belum ditemukan tanda-tanda kekerasan atau meninggal tidak wajar,” katanya.

Selain menjadi perhatian karena terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan, peristiwa kedua juga sempat diwarnai ketegangan antara sejumlah awak media dan petugas keamanan saat proses peliputan evakuasi berlangsung. Sejumlah wartawan mengaku mengalami pembatasan akses ketika menjalankan tugas jurnalistik di sekitar lokasi kejadian.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yang menyatakan adanya keterkaitan antara dua peristiwa kematian tersebut. Aparat juga belum menyampaikan adanya indikasi bahwa kedua kejadian memiliki hubungan satu sama lain.

Oleh karena itu, berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk terkait kondisi bangunan, sistem ventilasi, maupun aspek keselamatan gedung, masih sebatas pertanyaan publik dan belum dapat dijadikan kesimpulan sebelum adanya hasil penyelidikan serta pemeriksaan medis yang resmi.

Sejumlah pihak berharap seluruh proses penyelidikan dapat dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Di sisi lain, pengelola apartemen juga diharapkan dapat memberikan penjelasan terkait standar keamanan, prosedur penanganan keadaan darurat, serta langkah-langkah yang diterapkan untuk menjamin keselamatan penghuni.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti meninggalnya kedua warga negara Singapura tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan pendalaman dari pihak kepolisian. Masyarakat pun menantikan penjelasan resmi dari aparat penegak hukum guna memberikan kepastian atas dua peristiwa yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan di kawasan Pollux Habibie Batam.A/AMB.