Batammoranews.com, Kamis 28 Mei 2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Batam – Kisruh yang terjadi antara Yusril dengan Sachrodin Cs dari KAMTIBMAS Batam turut mendapat perhatian dari Ketua Umum Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan. Ia pun angkat bicara terkait persoalan tersebut.

Menurut Ismail, persoalan seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi antarsesama organisasi, baik lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun organisasi masyarakat (ormas). Menurutnya, apabila setiap pihak memahami fungsi dan peran organisasi, maka seluruh tindakan tentu akan mengacu pada AD/ART serta aturan organisasi masing-masing.

“Semua organisasi harus patuh dengan AD/RT dan peraturan organisasi. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) tupoksinya sangat jelas, yakni mengkritisi dan memberikan saran untuk kepentingan publik atau masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa organisasi masyarakat memiliki tugas dan fungsi yang tidak kalah jelas, yakni berbasis kemasyarakatan, menjalankan kegiatan sosial, serta bergerak untuk kepentingan publik dan masyarakat.

“Dengan kejadian ini, saya bertanya kepada diri sendiri, jika mereka ini untuk kepentingan publik dan masyarakat, hal semacam ini tidak perlu terjadi,” katanya.

Ismail menilai, menjaga marwah dan kehormatan organisasi merupakan hal penting yang harus dijaga setiap individu yang berada di dalamnya, baik dalam bersikap, bertindak, maupun bertutur kata di ruang publik.

“Saya perhatikan, jika saling memahami tupoksi masing-masing dan semata untuk kontrol sosial, hal ini tidak perlu terjadi,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa sebagai bagian dari kontrol sosial, kritik terhadap pejabat publik merupakan hal yang wajar dan harus dilakukan secara profesional. Menurutnya, kritik tidak boleh diartikan sebagai kebencian pribadi terhadap seseorang.

“Seperti tupoksi kita, kita wajib melakukan kontrol sosial untuk kepentingan publik dan saya lakukan selama ini. Siapapun pejabat publik tetap harus saya kritisi, sekalipun itu teman, saudara, atau orang yang kita kenal. Tetapi ingat, kita harus profesional. Mengkritisi bukan berarti membenci orang bersangkutan secara pribadi. Apabila kita kenal orang yang kita kritisi juga bukan berarti membenci orang tersebut. Itulah yang harus kita camkan sebagai kontrol sosial,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Ismail berharap agar seluruh pihak dapat saling introspeksi diri serta menjaga sikap dan tindakan, mengingat seluruh aktivitas di ruang publik akan selalu meninggalkan jejak digital.

“Sekali lagi harapan saya kepada Yusril selaku Gubernur LIRA Kepri dan Sachrodin Cs dari KAMTIBMAS Batam, mari kita sama-sama saling introspeksi diri dan menjaga sikap serta perbuatan, karena apa yang kita lakukan jejak digital akan mencatat,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membedakan posisi sebagai bagian dari organisasi dengan profesi sebagai jurnalis, karena keduanya merupakan profesi yang mulia apabila dijalankan secara profesional.

“Terakhir, mari kita jaga Batam ini, karena Batam milik kita bersama dan introspeksi diri, karena yang menilai kita adalah publik, bukan diri kita sendiri,” tutupnya.A/AMB