Batammoranews.com, Kamis 23 April 2026
Jogja – Orderan fiktif kepada relawan ambulans oleh debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) kembali terjadi.
Kali ini viral relawan ambulans Mer-c Jogja di Sleman, Yogyakarta mendapat panggilan untuk menjemput pasien di sebuah kos di Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman pada Rabu, 22 April 2026.
Kejadian tersebut diunggah oleh akun Instagram @merapi_uncover, saat sopir ambulans bernama Aziz Apri melakukan panggilan video dengan DC pinjol tersebut.
“Mas njenengan (kamu -red) orderan fiktif ambulans ya? Jangan main-main, ini layanan kesehatan mas, jangan dipermainkan,” ujar sopir ambulans dalam video tersebut.
Diminta Memperingatkan Seseorang Bernama Yuni
Dalam panggilan telepon tersebut, terdengar suara pria di seberang yang meminta sopir ambulans untuk menanyakan pembayaran pinjol atas nama Yuni.
“Bapak udah ketemu Bu Yuni? Itu bapak ketemu Bu Yuni, bapak minta untuk bayar uang pinjolnya. Pak ini perintah ya, bapak sekarang angkut Bu Yuni, kasih surat untuk melunasi utang pinjolnya,” ucap pria tersebut.
“Bapak tanya ke Yuni, nanti uang ongkos (ambulans) minta ke Yuni. Pak ini perintah ya, Pak,” lanjutnya.
Sopir ambulans kembali mengingatkan agar tidak mempermainkan layanan kesehatan.
Alamat ‘Bu Yuni’ Pernah Didatangi Beberapa Orang Diduga Ulah DC
Lebih lanjut, video yang diunggah juga mengungkapkan bahwa alamat yang diberikan beberapa kali pernah didatangi orang diduga suruhan DC.
“Jadi yang punya utang yang kos dulu, tapi alamatnya punya saya. Sekarang udah nggak punya nomornya,” kata pemilik alamat.
“Udah pindah, udah 3 tahunan. Damkar 3 orang dateng, nanya ke laundry katanya ada ular. Terus ada orang nganter galon yang datangi Bu Yuni,” imbuhnya.
Marak Orderan Fiktif Ambulans
Adapun mengenai orderan fiktif, Aziz membeberkan bahwa kejadian tersebut bukan yang pertama.
“Sudah ketipu 3 kali, satu order pengantaran pemakaman tapi orangnya nggak ada, di daerah Condongcatur utara terminal. Terus kedua, penjemputan pasien stroke, orangnya udah pindah,” jelas Aziz.
“Terus ini penjemputan pasien emergency buat nganterin ke RS Panti Rapih dari Condongcatur dan semuanya pinjol,” sambungnya.
Beberapa kejadian yang sama, kini berharap ada tindakan tegas dari kepolisian Polres Sleman dan Polda Yogyakarta untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.
Warganet dalam video viral itu juga mengaku geram karena layanan kesehatan untuk menagih pinjol.
Beberapa komentar seperti, “Yang main-main sama layanan darurat, harusnya bisa dikenakan sanksi pidana,” tulis akun @aya****b
“Merka kerja serius, mereka menjalani profesi dengan profesional, bukan talent konten prank. Udah banyak kayak gini, dari ambulans, Damkar, sampai ojol dikerjai untuk penagihan,” tulis akun @ana********8
***
(JJ)







