Batammoranews.com, Minggu 19 April 2026
Nasional – Sebagian publik tengah ramai menyoroti isu blokade atau penutupan kembali jalur viral perdagangan minyak, Selat Hormuz.
Hal ini terjadi usai sebelumnya Iran sempat membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat, 17 April 2026, setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Dalam pembukaan Selat Hormuz itu, dilaporkan lebih dari selusin kapal komersial sempat melewati jalur air vital tersebut.
Di sisi lain, Teheran saat itu mengancam akan menutup kembali alur air vital itu jika blokade Amerika Serikat (AS) terhadap kapal-kapal yang menuju pelabuhannya tetap berlanjut.
Terkini, Militer Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup sejak Sabtu, 18 April 2026.
Hal tersebut disampaikan komando militer pusat Iran beberapa jam setelah pihak membuka kembali jalur perdagangan viral tersebut.
AS Dinilai Langgar Janji
Dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah Iran, Komando Militer Iran menilai AS telah melanggar janji dengan melanjutkan blokade angkatan lautnya.
Terkhusus soal terhadap kapal-kapal yang berlayar dari dan ke pelabuhan-pelabuhan di Iran.
“(Blokade) sampai AS memulihkan kebebasan bergerak untuk semua kapal yang mengunjungi Iran,” demikian pernyataan Komando Militer Iran sebagaimana dikutip dari The Guardian, pada Jumat, 19 April 2026.
“Situasi di Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat,” tambahnya.
Berkaca dari hal tersebut, blokade AS terhadap kapal-kapal yang menuju pelabuhan Iran ini mencuat buntut gagalnya Iran-AS mencapai kesepakatan dalam pembicaraan di Pakistan.
Saat itu, Presiden AS, Donald Trump mengatakan tidak akan ada pungutan tarif yang dikenakan oleh Iran pada kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
Hal tersebut, telah diajukan oleh Teheran selama rencana kesepakatan perdamaian sebelumnya.
Ultimatum Donald Trump
Secara terpisah, Trump sempat mengatakan pihaknya berencana untuk mempertahankan blokade AS terhadap pelabuhan Iran.
Hal itu terjadi jika kesepakatan damai dengan Teheran tidak tercapai.
Trump menambahkan, Washington ‘mungkin’ tidak akan memperpanjang gencatan senjata setelah berakhir.
Sementara itu, gencatan senjata antara Teheran dan Washington akan berakhir pada Rabu, 22 April 2026 mendatang.
“Saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap berlaku,” kata Trump dalam pernyataannya kepada awak media di AS, pada Sabtu, 18 April 2026.
Di samping itu, Trump menuturkan ihwal kemungkinan kesepakatan damai dengan Iran akan tercapai.
“Saya pikir itu akan terjadi,” tegasnya.***
(JJ)







