Batammoranews.com, Rabu 15 April 2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jakarta – Beredar di media sosial tentang keluhan salah satu penumpang Kereta Api Serayu.

Pemilik akun TikTok @agungsetiawan2260 mengunggah momen perjalanannya dari Jakarta menuju Bandung dan bertemu dengan rombongan yang melanjutkan perjalanan ke Purwokerto.

Dalam unggahannya, ia mengeluhkan rombongan tersebut menggunakan toa atau pengeras suara hingga ke dalam gerbong kereta.

“Baru kali ini naik KA Serayu dari Pasar Senen ke Bandung ada yang bawa toa kaya gini,” tulisnya dalam video yang diunggah, dikutip pada Rabu, 15 April 2026.

Satu Rombongan dan Pakai Toa di Gerbong

Saat masuk ke dalam gerbong kereta, pengunggah video sudah mencurigai bahwa dirinya akan bersama dengan satu rombongan.

“Dari awal masuk kereta udah curiga di gerbong ini banyak emak-emak pakai kerudung couple pink,” ungkapnya.

“Naik KA Serayu dari Pasar Senen rombongan emak-emak dan bapak-bapak tujuan ke Purwokerto yang bawa toa,” imbuhnya.

Ia juga membagikan momen ketika salah satu bapak-bapak dalam rombongan tersebut menggunakan toa untuk memberikan instruksi.

“Iya tau kalau nggak mau berisik, jangan naik ekonomi. Cuma masa iya sampai ada yang bawa toa, mana di dalam kereta ngasih imbauan ke rombongan lagi,” terangnya.

Sudah Lapor ke Kondektur

Video viral yang sudah diputar lebih dari 450 ribu kali penayangan itu juga menyelipkan chat aduan kepada kondektur.

Pengunggah video mengatakan bahwa penumpang lain merasa terganggu, mengingat kereta adalah transportasi umum.

“Kami bantu tegur agar tidak menggunakan pengeras suara ya Pak,” jawab kondektur dalam pesan tersebut.

Menilik dari kolom komentar, meski telah ditegur pun kondisi tak banyak berubah.

“Setelah ditegur aman, cuma 5 menit kemudian berisik lagi,” imbuhnya.

Tuai Sorotan tentang Etika di Transum

Video viral itu kemudian ramai menjadi tempat diskusi warganet yang menyoroti etika saat menggunakan transportasi umum.

Tak hanya ketika di kereta, warganet juga menyebut sikap dan etika yang baik harus dijaga.

Selain itu, menggunakan toa yang berpotensi membuat kebisingan dan mengganggu penumpang lain juga sebaiknya dihindari.

Warganet juga menyebut hal serupa tidak boleh lagi dinormalisasikan jika berkaitan dengan kepentingan umum.

“Ini nggak bisa dinormalisasi, pikirkan kenyamanan yang lain. Kalau mau pakai pengeras suara, sewa satu gerbong khusus untuk rombongannya biar nggak ganggu yang lain,” ujar salah satu warganet dengan akun Aurinda.
***

Redaksi Batammoranews.com