Batammoranews.com, Sabtu 7 Maret 2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

BATAM – Kecelakaan laut terjadi di kawasan perairan galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Sebuah kapal tugboat dilaporkan terbalik saat menjalankan aktivitas operasional di area tersebut.

Insiden yang terjadi pada Jumat (6/3/2026) itu melibatkan kapal tunda yang dioperasikan oleh PT Pradana Samudra Lines. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah awak kapal menjadi korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal tugboat tersebut membawa lima orang awak kapal ketika kecelakaan terjadi. Dari jumlah tersebut, satu orang berhasil selamat, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR.

Kronologi Kejadian

Peristiwa terbaliknya tugboat terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di perairan sekitar kawasan galangan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang. Kapal tunda tersebut diduga sedang melakukan manuver operasional di area perairan pelabuhan sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan dan terbalik.

Laporan mengenai kecelakaan laut itu kemudian diterima oleh pihak Basarnas pada sore hari sekitar pukul 17.57 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, tim SAR langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan evakuasi.

Identitas Korban

Dari lima awak kapal yang berada di atas tugboat saat insiden terjadi, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Mereka diketahui bernama:

Abdul Rahman, Kapten Kapal

Guntur Pardede, Chief Engineer

Johnson Bertuahman Damanik, Kepala Kamar Mesin (KKM)

Sementara satu awak kapal yang berhasil selamat adalah M. Habib Ansyari yang merupakan anak buah kapal (ABK).

Adapun satu korban lainnya yang hingga kini masih dalam pencarian adalah Yusuf Tankin, yang menjabat sebagai Second Engineer di kapal tersebut.

Operasi Pencarian

Operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, aparat kepolisian perairan, serta unsur terkait lainnya. Tim menggunakan sejumlah peralatan seperti perahu karet bermesin, perangkat komunikasi, serta perlengkapan evakuasi untuk mendukung proses pencarian.

Tim penyelamat juga menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian untuk memperluas radius pencarian korban yang masih belum ditemukan.

Proses Penyelidikan

Selain operasi pencarian korban, aparat kepolisian perairan juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Sejumlah pihak terkait termasuk saksi dan korban yang selamat dimintai keterangan guna membantu proses investigasi.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah insiden ini murni kecelakaan operasional atau terdapat faktor lain yang turut memicu terbaliknya kapal tugboat tersebut.

Tanggung Jawab Operator Kapal

Kapal tugboat yang mengalami kecelakaan diketahui berada dalam operasional perusahaan pelayaran PT Pradana Samudra Lines. Pihak perusahaan disebut tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait dalam penanganan korban serta proses investigasi yang sedang berlangsung.

Sementara itu, proses pencarian terhadap satu awak kapal yang masih hilang hingga kini masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di sekitar perairan lokasi kejadian.

Batammoranews.com akan terus memantau perkembangan terbaru terkait proses pencarian korban serta hasil penyelidikan resmi atas kecelakaan laut tersebut.

___AMB___
Redaksi Batammoranews.com