Batammoranews.com, rabu 21 oktober 2026
Batam – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus mengembangkan pembelajaran lintas budaya dengan memanfaatkan pengalaman dan kompetensi Warga Binaan sebagai sumber pengetahuan. Melalui kegiatan Knowledge Sharing: Learning from Japan pada Jumat (16/10/2026), PKBM Warga Mandiri menghadirkan seorang Warga Binaan berkewarganegaraan Jepang untuk berbagi wawasan mengenai budaya, pendidikan, dan kehidupan masyarakat Jepang.
Kegiatan yang diikuti puluhan Warga Binaan tersebut menghadirkan KZ sebagai narasumber. Seorang Warga Binaan yang menguasai bahasa Jepang turut mendampingi kegiatan sebagai pemandu acara sekaligus menjembatani komunikasi antara narasumber dan peserta.
Dibuka oleh Pembina PKBM Warga Mandiri, Septiyawan, kegiatan berlangsung interaktif dengan membahas berbagai aspek kehidupan masyarakat Jepang, mulai dari kedisiplinan, kebersihan, pengelolaan sampah, pendidikan karakter, hingga budaya kerja.
Dalam sesi berbagi pengalaman, KZ juga menceritakan perjalanannya menekuni profesi sebagai koki (chef) meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang kuliner. Kisah tersebut memberikan perspektif kepada peserta bahwa minat, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar dapat menjadi modal penting dalam mengembangkan kompetensi diri.
“Saya senang bisa berbagi pengalaman dengan teman-teman di sini. Kita memiliki latar belakang berbeda, tetapi selalu ada pengetahuan yang bisa dibagikan dan dipelajari bersama. Saya berharap kesempatan seperti ini terus berlanjut,” ungkap KZ.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta yang memperoleh wawasan baru melalui pengalaman langsung narasumber. Salah seorang Warga Binaan, SR, mengaku mendapatkan perspektif berbeda mengenai pentingnya kedisiplinan dan membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya tertarik dengan cerita tentang kebiasaan masyarakat Jepang, terutama kedisiplinan dan menjaga kebersihan. Ternyata banyak hal sederhana yang bisa kami pelajari dan mulai terapkan dari diri sendiri,” ujar SR.
Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas I Cipinang, Yudha Ageng CH, menyampaikan pesan Kepala Lapas, Dr. Syarpani, agar PKBM Warga Mandiri terus membuka ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan potensi sekaligus berbagi pengetahuan dan keterampilan.
“Bapak Kalapas mendorong agar PKBM tidak hanya menjadi tempat memperoleh pendidikan kesetaraan, tetapi juga ruang belajar yang memanfaatkan keberagaman pengalaman dan keterampilan Warga Binaan. Setiap individu memiliki potensi untuk belajar sekaligus memberi manfaat bagi sesamanya,” jelas Yudha.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Cipinang berupaya memperkuat pola pembelajaran yang inklusif dan partisipatif. Warga Binaan tidak hanya ditempatkan sebagai peserta atau penerima pendidikan, tetapi juga diberi ruang untuk berkontribusi sebagai narasumber, pemandu diskusi, dan penggerak pertukaran pengetahuan.
Pendekatan ini menjadi salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang mendorong pengembangan potensi, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kebiasaan positif sebagai bekal bagi Warga Binaan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
(sta)







