Batammoranews.com, Rabu 29 April 2026
Yogyakarta – Kasus penganiayaan pada anak-anak yang terjadi di daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta masih menjadi sorotan.
Media sosial kemudian ramai dengan curhatan orang tua anak yang marah atas perlakuan pihak daycare hingga menimbulkan rasa trauma.
Salah satunya diungkap oleh salah satu ayah dari anak yang dititipkan di Little Aresha melalui akun Threads miliknya, @hitawangse.
Dalam utas yang diunggah pada Rabu, 29 April 2026, ia menuturkan bahwa anaknya yang berumur 2 tahun mulai menunjukkan perubahan sikap.
“Anak saya mulai ada trauma yang muncul satu per satu, dan kuncinya sementara ini harus ada sosok maskulin di rumah. Entah bapak, kakek, pakdhe, dll dan itu akrab,” tulisnya.
Takut Ruang Gelap, Tidur Harus Ditemani Ayah
Utas selanjutnya, ia membeberkan bahwa saat ini anaknya takut jika tidur dalam kondisi lampu mati dan gelap.
“Anak saya nggak mau tidur kalau gelap sekitar 2-3 minggu terakhir,” ujar pemilik utas.
“Tapi, 3 hari terakhir anak saya lebih nyaman dan ga kebangun lalu tiba-tiba nangis ketika ada saya nemenin tidur atau video call sebelum dia tidur sampai akhirnya dia tertidur,” imbuhnya.
Makan Lahap jika Ada Sosok Laki-laki Akrab
Perubahan lain yang diungkap, anaknya kini punya pola makan yang berbeda, seolah sesuai dengan siapa yang menemaninya untuk makan.
“Anak saya lebih aktif dan mau makan berat lebih kalo ada sosok laki-laki akrab di sekitarnya. Kadang ada saya, kadang ada kakeknya,” tuturnya.
“Tapi ketika tidak ada saya atau kakek, dia makan cuma 2 suap lah untuk perbandingannya. Snack dan buah bisa jadi alternatif,” sambungnya.
Menangis saat Melihat Adiknya Dibedong
Perubahan lainnya adalah saat melihat adiknya yang masih berumur satu bulan memakai bedong bayi, ia akan menangis dan melarang ibu serta neneknya.
“(Dia) teriak intinya ‘tidak boleh, masih kecil, kasihan.’ Dari respons itu, kainnya kami buang dan si adik nggak dibedong dulu,” jelasnya.
“Nyesek iya. Tapi, ini bukan cuma fightnya ibu-ibu tapi juga bapak-bapak sembari kita bekerja,” tukasnya.
Kronologi Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha
Kasus ini terbongkar setelah salah satu mantan pengasuh melaporkan adanya dugaan tindakan kekerasan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Kota Yogyakarta pada Senin, 20 April 2026.
Kemudian, pada Jumat, 24 April 2026, Sat Reskrim Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan dan menemukan bukti adanya tindakan kekerasan yang dilakukan.
Anak-anak ditempatkan dalam ruangan yang sempit hingga kaki ditali dan badan dibedong untuk alasan agar tidak lari-larian.
Polisi telah menetapkan 13 orang tersangka, terdiri dari 2 pengelola dan 11 orang pengasuh.
Sementara anak yang diduga menjadi korban baik kekerasan fisik maupun verbal, berjumlah 53 anak balita dengan usia sebagian besar di bawah 2 tahun.
***
(JJ)







