Batammoranews.com, Sabtu 11 April 2026
Batam | BMNews – Dibalik situasi perekonomian dunia yang tak menentu, dampak dari kenaikan harga minyak dunia akibat pertikaian antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sejumlah konsumen atau pelanggan listrik PLNkota Batam menduga adanya kenaikan tarif listrik secara diam-diam.
Hal itu karena pembayaran yang cukup tinggi pada bulan ini lebih besar jika dibandingkan dengan pembayaran rekening listrik tiga bulan sebelumnya.
Yakni pembayaran listrik pada bulan Januari, Februari dan Maret, maka terpantau adanya kenaikan sekitar 30 % hingga 40%.
Seperti yang diceritakan salah satu warga di Batam kota biasanya membayar listrik sebesar Rp 1.700.000,- di bulan April ini tiba-tiba melonjak menjadi Rp 2.400.000,-.
Kemudian di Tembesi Batu Aji yang biasanya membayar listrik rumah kontrakannya sekitar Rp 600.000,-, sekarang harus merogoh kocek sebesar Rp 800.000.
Padahal jumlah pemakaian sama, dilihat dari tidak adanya pemakaian lampu tambahan dan barang elektronik selain yang sudah ada.
“Kami sudah berterima kasih pada pemerintah karena tidak menaikkan harga BBM di bulan April ini, tapi ternyata tarif listrik tiba tiba melonjak tinggi dan ini terasa sangat memberatkan,” ungkap narasumber yang tak mau disebut namanya itu.
Dilansir dari pemberitaan bataminfo.co.id yang telah melakukan konfirmasi kepada Humas PLN kota Batam yang berkantor di kawasan Engku Putri Batam Center.
Yoga, Humas PLN tersebut menanggapi informasi tersebut dengan terbuka via telepon seluler pada Rabu, 8 April 2026.
“Saat ini belum ada kebijakan kenaikan tarif listrik PLN untuk daerah Batam. Dan secara aturan kami tidak boleh menaikkan tarif listrik secara diam-diam, harus disosialisasikan terlebih dahulu ke masyarakat,” terang Yoga.
“Jika ada pelanggan yang merasakan adanya kenaikan pembayaran bisa dikonfirmasi ke Area pelayanan terdekat, apakah karena pemakaiannya naik atau ada kesalahan pada alat ukur (kwH meter),” lanjut Yoga. (A/AMB)







